Powered by Blogger.
Latest Post

PEMUDA BUTA PERTAMA MENYERTAI PERANG

Written By Suatu Perjalanan Maya on Thursday, April 9, 2015 | 12:51 AM



Dalam sejarah Islam, ia dikenali memiliki ilmu dan adab istimewa yang dikurniakan Allah kepadanya, menggantikan kebutaan matanya sebagai cahaya dalam pandangan dan pancaran di hati. Sehingga ia dapat melihat dengan mata hati, apa-apa yang tidak dapat dilihat oleh mata kepala orang lain. Hatinya dapat mengetahui apa yang tersembunyi.

Bila Rasulullah SAW pergi ke berbagai medan perang, dia selalu ditunjuk menjadi wakil beliau di Madinah, mengimami solat jamaah di mihrab beliau, dan berdiam di sebelah kiri mimbar dengan khusyuk.

Pada awal sejarah Islam, Abdullah bin Ummi Maktum memperolehi hidayah untuk bergabung bersama orang-orang yang telah memeluk Islam. Ketika itu ia masih muda belia, sehingga hatinya merasakan betul manisnya keimanan. Apabila dewasa, dia merasakan bahwa ajaran Islam telah menjadikan hatinya bersih, sehingga walaupun matanya tak mampu melihat, namun itu merupakan nikmat besar yang dikurniakan Allah kepadanya.

Ibnu Ummi Maktum mempunyai naluri yang sangat peka untuk mengetahui waktu. Setiap menjelang fajar, dengan perasaan jiwa yang segar ia keluar dari rumahnya, dengan bertopang tongkat atau bersandar pada lengan salah seorang kaum Muslimin untuk mengumandangkan azan di masjid Rasul.

Dia selalu bergantian azan dengan Bilal bin Rabah. Jika salah satu dari mereka berdua azan, maka yang lainnya bertindak mengumandangkan iqamat. Namun Bilal mengumandangkan azan semalam untuk membangunkan kaum Muslimin, sedangkan Ibnu Ummi Maktum mengumandangkannya waktu Subuh.

Oleh sebab itulah, Rasulullah bersabda terkait waktu sahur pada bulan Ramadhan, "Makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan…"

Allah telah memuliakan Abdullah bin Ummi Maktum. Ketika Nabi sedang duduk bersama dengan para pemuka Quraisy, diantara mereka terdapat Uqbah bin Rabi'ah. Beliau bersabda, "Tidakkah baik sekiranya kamu datang dengan begini dan begini?"

Kata mereka, "Benar!"

Tiba-tiba Ibnu Ummi Maktum datang menanyakan tentang sesuatu kepada beliau, namun beliau mengelak kerana sibuk berbicara dengan para tokoh Quraisy itu. Allah pun menurunkan ayat yang berbunyi: "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, kerana telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya." (QS Abasa: 1-11).

Sewaktu ayat ini turun, Rasulullah kemudian memanggil Ibnu Ummi Maktum dan memberinya suatu kehormatan dengan menunjuknya sebagai wakil beliau di Madinah pada saat beliau menghadapi peperangan untuk yang pertama kalinya.

Suatu ketika Abdullah bin Ummi Maktum menyampaikan keinginannya untuk dapat ikut berjihad kepada para sahabat. Tentu saja para sahabat merasa sangat senang kerana keutamaan yang dimiliki Ibnu Ummi Maktum. Walau matanya buta, telah lama ia mengharapkan dapat ikut berperang bersama Rasulullah dan pasukan Muslimin.

Abdullah bin Ummi Maktum merasa sangat sedih dan pilu tatkala ayat turun wahyu kepada Rasulullah yang berbunyi, "Tidaklah sama antara orang mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang)."

Ia pun berkata, "Ya Allah, Kau memberiku ujian begini, bagaimana aku dapat berbuat…?" Kemudian turunlah ayat lainnya, "Selain yang mempunyai uzur…"

Kemuliaan seperti apakah gerangan yang lebih tinggi dari penghormatan ini, di mana wahyu diturunkan dua kali lantaran persoalan Ibnu Ummi Maktum; yang pertama merupakan teguran terhadap Rasulullah SAW, dan yang kedua ketentuan berperang bagi orang yang mampu dan berhalangan, termasuk di antaranya adalah Abdullah bin Ummi Maktum.

Walau demikian, Ibnu Ummi Maktum tetap mempunyai hasrat yang kuat untuk berjihad fi sabilillah bersama barisan kaum Muslimin. Dia telah mengutarakan hasratnya berulangkali. Dia berkata kepada para sahabat Rasulullah, "Serahkanlah panji kepadaku, kerana sesungguhnya aku adalah seorang buta sehingga tidak akan dapat melarikan diri. Tempatkanlah aku di antara kedua pasukan!"

Sang sahabat yang mulia dan agung ini tidak berakhir hayatnya sebelum Allah mengabulkan hasrat hatinya tersebut. Pada saat Perang Qadisiyah, ia turut berperang sebagai pembawa panji pasukan berwarna hitam. Dialah seorang buta pertama yang turut berperang dalam sejarah peperangan Islam.

CARA MALAIKAT MAUT MEMBERITAHU AJAL KITA

Written By amirulyaacob on Wednesday, April 8, 2015 | 12:53 AM



Sebagian Para Nabi berkata kepada Malaikat pencabut Nyawa. “Tidakkah Kau memberikan Aba-aba atau peringatan kepada Manusia bahwa kau datang sebagai malaikat pencabut nyawa sehingga mereka akan lebih hati-hati?”


Malaikat itu menjawab. “Demi Allah, aku sudah memberikan aba-aba dan tanda-tandamu yang sangat banyak berupa penyakit, uban, kurang pendengaran, penglihatan mulai tidak jelas (terutama ketika sudah tua). Semua itu adalah peringatan bahwa sebentar lagi aku akan menjemputnya. Apabila setelah datang aba-aba tadi ia tidak segera bertaubat dan tidak mempersiapkan bekal yang cukup, maka aku akan serukan kepadanya ketika aku cabut nyawanya: “Bukan kah aku telah memberimu banyak aba-aba dan peringatan bahwa aku sebentar lagi akan datang? Ketahuilah, aku adalah peringatan terakhir, setelah ini tidak akan datang peringatan lainnya “ (HR imam qurthubi)

Beginilah cara kerja Malaikat Maut
Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat maut yang mempunya dua mata diwajahnya dan dua lagi tengkuknya. “Wahai malaikat pencabut nyawa, apa yang kau lakukan seandainya ada dua orang yang meninggal diwaktu yang sama; yang satu berada di hujung timur yang satu berada diujung barat, serta ditempat lain tersebar penyakit yang mematikan dan dua ekor bintang  pun akan mati?”

Malaikat pencabut nyawa berkata:” Aku akan panggil roh-roh tersebut, dengan izin Allah, sehingga semuanya berada diantara dua jariku, Bumi ini aku bentangkan kemudian aku biarkan seperti sebuah bejana besar dan dapat mengambil yang mana saja sekehendak hatiku “(HR abu Nu’aim)

Ternyata Orang Mati Mendengar Tapi Tidak Bisa Menjawab
Rasullullah SAW memerintahkan agar mayat-mayat orang kafir yang tewas pada perang badar dilemparkan ke sebuah perigi tua. Kemudian beliau mendatanginya dan berdiri di hadapannya. Setelah itu, beliau memanggil nama mereka satu-satu: “Wahai fulan bin fulan, fulan bin fulan, apakah kalian mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian untuk kaliab betul-betul ada? Ketahuilah sesungguhnya aku mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku itu benar-benar ada dan terbukti.”

Umar lalu bertanya kepada Rasulullah. “Wahai Rasul, mengapa engkau mengajak bicara orang-orang yang sudah menjadi mayat?”

Rasullah menjawab. "Demi Tuhan yang mengutusku dengan kebenaran, kamu memang tidak mendengar jawaban mereka atas apa yang tadi aku ucapkan, Tapi ketahuilah, mereka mendengarnya, tetapi mereka tidak dapat menjawab” (HR Bukhari Muslim)

Kisah Nyata Dari Yordan

Written By amirulyaacob on Tuesday, April 7, 2015 | 10:21 PM



Selepas membeli kayu bakar, orang ini kemudian di rumahnya memilih kayu kayu tersebut. Tak terduga, dia mendapati sebuah kayu yang agak aneh, kayu tersebut dibungkus plastik dengan rapi, setelah dibuka ternyata kayu tersebut dipenuhi dengan paku paku dengan pola pakuan yang aneh. Melihat ada yang ganjil, dia pun pergi membawa kayu tersebut ke seorang Syaikh.

Syaikh berkata: "kayu ini adalah tumbal sihir, diperuntukkan atas satu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan beberapa orang anak, selama paku ini masih menancap, satu keluarga tersebut tengah dalam keadaan sakit, dan hanya Allah yang mengetahui jenis sakitnya .." Lalu Syaikh itu berkata kembali: "Alhamdulillah kamu belum membakar kayu ini, jika itu kamu lakukan, nescaya satu keluarga tersebut akan Mati semua". Berikut cara rawatan sihir sesuai dengan resipi Rasulullah Saw

A. RAWATAN SIHIR
Rawatan sihir boleh dilakukan dengan dua cara:

Pertama, dengan ruqyah yang sesuai syariat

Di antara kaedah yang pernah dipraktikkan dan itu mujarab adalah

1. Mandi dengan air yang telah dicampur daun bidara

Persiapan: Sediakan 7 daun bidara hijau, dan satu baldi air yang cukup untuk mandi.

Caranya:

a. Haluskan daun bidara dengan ditumbuk, dan campurkan ke dalam air yang telah disiapkan.

b. Baca ayat-ayat berikut di dekat air (di luar bilik mandi):

1) Baca ta'awudz: a-'uudzu billahi minas syaithanir rajiim
2) Ayat kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
3) QS. Al-A'raf, dari ayat 117 hingga 122
4) QS. Yunus, dari ayat 79 hingga 82
5) QS. Taha, dari ayat 65 hingga 70
6) Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
7) Minumkan air tersebut di atas 3 kali (boleh gunakan gelas kecil)
8) Gunakan selebihnya untuk mandi.
9) Cara seperti ini boleh dilakukan beberapa kali, hingga pengaruh sihirnya hilang.

(Kaedah ini disebutkan oleh Dr. Said bin Ali bin Wahf al-Qohthani dalam buku beliau Ad-Dua wa Yalihi Al-Ilaj bi Ar-Ruqa, Hal. 35).

2. Membaca beberapa ayat al quran kemudian ditiupkan

Caranya:

a. Baca surat Al-Fatihah, ayat kursi, dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
b. Ulangi sebanyak 3 kali atau lebih
c. Baca ayat di atas, sampil ditiupkan dan diusapkan ke bahagian tubuh yang sakit.
d. Baca doa-doa ketika menjenguk orang sakit.

Kedua, menghancurkan simpul sihir

Cara kedua ini adalah kaedah menghilangkan sihir yang paling mujarab. Hanya saja, cara kedua ini agak sukar dilakukan, kerana perlu diketahui simpul sihir yang ditanam oleh dukun. Jika simpul sihir ini boleh dihancurkan maka pengaruh sihir akan hilang total. Simpul ini bak pengkalan tentera bagi si dukun untuk menyihir objek sasaran.

Sebagaimana hal ini pernah dialami oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seperti yang disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Berikut redaksi kisah yang lebih lengkap. Redaksi ini disebutkan oleh At-Tsa'alibi dalam tafsirnya dan dinukil oleh Ibnu katsir:

Dari Ibnu Abbas dan A'isyah radhiyallahu 'anhuma menceritakan:

Dulu ada seorang remaja Yahudi yang menjadi pelayan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sehingga, datanglah beberapa orang Yahudi menemui anak ini. Sampai akhirnya si remaja ini mengambil rontokan rambut kepala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan potongan sikat rambut, dan dia berikan kepada orang Yahudi. Akhirnya, mereka gunakan rambut ini sebagai bahan untuk menyihir Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Pelaku sihir adalah seorang Yahudi Bani Zuraiq, namanya Labid bin A'sham. Simpul sihir dari rambut tersebut di tanam di telaga milik Bani Zuraiq, namanya sumur Dzarwan.

Kerana pengaruh sihir ini, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jatuh sakit, sehingga rambut beliau mudah gugur. Beliau seolah-olah melakukan sesuatu dengan isterinya padahal tidak melakukan apa-apa. Sampai akhirnya beliau bermimpi, beliau melihat ada dua malaikat yang datang. Yang satu duduk di dekat kepala beliau dan yang satu duduk di dekat kaki beliau.

Malaikat pertama bertanya, "Apa yang terjadi dengan orang ini?" "Dia tersihir." Jawab malaikat kedua. "Siapa yang menyihir?" Tanya malaikat pertama. "Labid bin A'sham orang Yahudi." Jawab malaikat kedua. "Dengan apa dia disihir?" Jawabnya: "Dengan rambut dan potongan sikat." "Di mana simpul sisirnya?" Jawabnya: "Dibungkus kulit mayang kurma, ditindih batu, di dalam sumur Dzarwan." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terbangun. Kemudian beliau berangkat ke sumur Dzarwan di Bani Zuraiq bersama Ali bin Abi Talib, Zubair bin Awam, dan Ammar bin Yasir.

Ali diperintahkan untuk mengambil batu itu, untuk mengeluarkan bungkus simpul sihir. Ketika itu, Allah menurunkan dua surat Al-Muawidzatain (surat Al-Falaq dan An-Nas). Sebelumnya, Ali bin Abi Talib diperintahkan untuk membaca dua surat tersebut. Ternyata di dalamnya ada beberapa helai rambut dan potongan sisirnya. Di sana juga ada ikatan buntalan jumlahnya ganjil. Selanjutnya benda itu dimusnahkan dan sumurnya ditutup.

Seketika itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam langsung terasa ringan dan hilang pengaruh sihirnya. Setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kembali, beliau sampaikan kepada isterinya:

يا عائشة, كأن ماءها نقاعة الحناء, أو كأن رءوس نخلها رءوس الشياطين

"Hai Aisyah, air perigi itu seperti terkena daun pacar (inai). Atau seolah pangkal mayang kurma seperti kepala syaitan. "(HR. Bukhari 5763)

Imam Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad berkata:

Cara menyembuhkan sakit ini ada dua, di antaranya adalah mengeluarkan sumber sihir dan memusnahkan ia. Ini adalah cara yang paling sempurna. Sebagaimana terdapat riwayat yang sahih daripada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahawa beliau berdoa kepada Allah tentang sumber sihir yang menimpa beliau, kemudian Allah tunjukkan bahawa pangkalnya ada di dalam sumur, dengan rambut dan potongan sikat dibungkus mayang kurma jantan. Ketika benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir itu langsung hilang, seolah beliau baru bebas dari ikatan. Inilah kaedah yang paling ampuh untuk mengubati orang yang terkena sihir. Seperti halnya menghilangkan sumber penyakit dalam tubuh (Zadul Ma'ad, 4: 113)

B. PENCEGAHAN DARI SIHIR

1- Dalam setiap keadaan senantiasa mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan bertawakkal kepadaNya, serta menjauhi perbuatan syirik dengan segala bentuknya.

2- Melaksanakan setiap kewajiban-kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta'ala perintahkan, dan menjauhi setiap yang dilarang, serta bertaubat dari setiap perbuatan dosa dan kejelekan. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ibnu' Abbas Radhiyallahu 'anhu:

يا غلام! إني أعلمك كلمات, احفظ الله يحفظك ...

"Wahai anak, sesungguhnya aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat. Jagalah Allah, nescaya Allah akan menjagamu ..." [HR Tirmidzi]

3. Tidak membiarkan anak-anak berkeliaran saat akan terbenamnya matahari. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: "Jika malam telah masuk -jika kalian berada di sore hari-, maka tahanlah anak-anak kalian. Sesungguhnya setan berkeliaran pada waktu itu. Tatkala malam telah datang sejenak, maka lepaskanlah mereka". [HR Bukhari Muslim].

4- Membersihkan rumah dari salib, patung-patung, binatang yang dipelihara dan gambar-gambar yang bernyawa serta anjing. Diriwayatkan dalam sebuah hadis, bahawa Malaikat (rahmat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat hal-hal di atas. Demikian juga dibersihkan dari peranti-peranti yang melalaikan, gitar, piano, seruling dan muzik.

5. Memperbanyak membaca Al Qur`an dan manjadikannya sebagai dzikir harian. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahawa Rasulullah Shallallahu' alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

"Janganlah menjadikan rumah-rumah kalian layaknya kuburan. Sesungguhnya syaitan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah". [HR Muslim]

6- Membentengi diri dengan doa-doa dan ta'awudz serta dzikir-dzikir yang disyariatkan, seperti dzikir pagi dan sore, dzikir-dzikir setelah shalat fardhu, dzikir sebelum dan sesudah bangun tidur, do'a ketika masuk dan keluar rumah, do ' a ketika naik kenderaan, do'a ketika masuk dan keluar masjid, do'a ketika masuk dan keluar bilik mandi, do'a ketika melihat orang yang mandapat musibah, serta dzikir-dzikir yang lain.

Ibnul Qayyim berkata, "Sesungguhnya sihir para penyihir itu akan bekerja secara sempurna bila mengenai hati yang lemah, jiwa-jiwa yang penuh dengan syahwat yang senanantiasa bergantung kepada hal-hal rendahan. Oleh sebab itu, umumnya sihir banyak mengenai para wanita, anak-anak, orang-orang bodoh, orang-orang pedalaman, dan orang-orang yang lemah dalam berpegang teguh kepada agama, sikap tawakkal dan tauhid, serta orang-orang yang tidak mempunyai bahagian sama sekali dari dzikir-dzikir Ilahi, doa-doa, dan ta'awwudzaat nabawiyah. "[Zaadul Ma'ad (4/116)]

7. Memakan tujuh butir kurma 'ajwah setiap pagi hari. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:

من تصبح كل يوم سبع تمرات عجوة لم يضره في ذلك اليوم سم ولا سحر

"Sesiapa yang makan tujuh butir kurma 'ajwah pada setiap pagi, maka racun dan sihir tidak akan mampu membahayakannya pada hari itu". [HR Bukhari dan Muslim]

Semoga bermanfaat, jangan lupa sebarkan pada yang lain.

-  Dr. Tengku Asmadi bin T. Mohamad

SEBAB TELINGA BERDENGUNG ATAU BERDESING

Written By Suatu Perjalanan Maya on Monday, April 6, 2015 | 9:42 PM

 
 
"TELINGA BERDESING "NGING" ADALAH PANGGILAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASSALAM"

Ramai orang bertanya kenapa adakalanya telinga bersuara "Nging" ?
Apa sebab musababnya, ada yang mengatakan dengan tidak berpedoman, bertahayul dan beberapa sangkaan buruk terhadap hal itu?

Sesungguhnya suara "NGING" dalam telinga, itu ialah di mana Sayyidina Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam sedang menyebut orang yang telinganya bersuara "NGING" dalam perkumpulan yang tertinggi (malail a'laa) dan supaya dia ingat pada Sayyidina Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dan membaca selawat.-

Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab ( AZIZI 'ALA JAMI'USH SHAGHIR)
"Jika telinga salah seorang kalian berdengung(nging) maka hendaklah ia mengingati aku (Sayyidina Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam) dan membaca selawat kepadaku.Serta mengucapkan "ZAKAROLLAHU MAN ZAKARONII BIKHOIR"; (maksudnya, Allah Ta'ala akan mengingat yang mengingatku dengan kebaikan)".

Imam Nawawi berkata : Sesungguhnya telinga itu berdengung hanya ketika datang berita baik ke roh, bahawa Sayyidina Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam telah menyebutkan orang ( pemilik telinga yang berdengung"Nging") tersebut dengan kebaikan di al mala'al a'la (majlis tertinggi) di alam roh.

Sumber : KITAB AZIZI 'ALAL JAMIUSH SHAGIR

Dato Ustaz Kazim Elias | Bahana Lidah


Dato Ustaz Kazim Elias | Bahana Lidah

Ustaz Abdullah Khairi | "Dengar Orang Kata"


Ustaz Abdullah Khairi | "Dengar Orang Kata"

Ustaz Muhammad Fawwaz ( Akhir Zaman ) Mesti Tengok

Written By Suatu Perjalanan Maya on Friday, April 3, 2015 | 10:54 AM


Ustaz Muhammad Fawwaz ( Akhir Zaman ) Mesti Tengok

Ustaz Harryanto Rizal Rokman ( Zaman Mencengkam )

Written By Suatu Perjalanan Maya on Thursday, April 2, 2015 | 9:01 PM


Ustaz Harryanto Rizal Rokman ( Zaman Mencengkam )

Ustaz Muhammad Fawwaz | Permata Yang Hilang


Ustaz Muhammad Fawwaz | Permata Yang Hilang

Ustaz Abdullah Khairi - Cerita Keburukkan!


Ustaz Abdullah Khairi - Cerita Keburukkan!

Kuliah Maghrib Perdana Bersama Ustaz Abdullah Khairi - MATIN

Written By amirulyaacob on Saturday, March 28, 2015 | 10:12 PM


Kuliah Maghrib Perdana bersama Ustaz Abdullah Khairi bertempat di MATIN / 9 Feb 2015

20 PEMBATAL SYAHADAH!

Written By Suatu Perjalanan Maya on Tuesday, November 25, 2014 | 9:33 PM



1. Tawakkkal atau bergantung harap kepada sesuatu selain daripada Allah.

2. Mengengkari nikmat Allah samada yang terang atau tersembunyi, sesuatu yang mudah difikir atau yang memerlukan kajian. Bukanlah menjadi bidang kuasa manusia dalam urusan memberi dan menahan rezeki seseorang tetapi ia merupakan hak Allah.

3. Beribadat khusus, berkerja atau berkhidmat dengan tujuan selain daripada Allah kerana segala yang kita lakukan mestilah selari dengan apa yang dikehendaki oleh Allah.

4. Menggubal undang-undang ata peraturan mengikut kemahuan manusia bukan mengikut ketentuan Allah sedangkan hanya Allah sahaja yang berhak menentukan peraturan manusia.

5. Menumpukan segala ketaatan kepada selain daripada Allah dengan cara yang tidak disukaiNya.

6. Menjalankan hukuman yang lain daripada hukum Allah atau tidak merujukkan kepada hukum Allah dalam sesuatu perkara.

7. Membenci atau menentang sesuatu perkara yang berhubung dengan Islam atau pun membenci agama Islam secara keseluruhannya.

8. Mencintai kehidupan dunia mengatasi kecintaan kepada akhirat di mana dia menjadikan dunia ini sebagai matlamat utama yang unggul dalam kehidupannya.

9. Menghina sesuatu daripada al-Quran atau hadis atau pun kitab orang alim yang menegakkannya atau pun mempersendakan hukum daripada hukum Allah.

10. Menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allah dan mengharam apa yang dihalalkan oleh Allah

11. Tidak beriman kepada semua sumber hukum daripada al-Quran dan hadis.

12. Melantik orang kafir dan munafik menjadi pemimpin serta tidak mencintai orang yang beraqidah Islam dan beriman.

13. Tidak beradab dalam pergaulan dengan Rasulullah s.a.w di mana bagi mereka yang datang selepas kewafatannya mesti beradab dalam percakapan, penulisan dan syarahan.

14. Rasa takut dan gentar dalam menegakkan Islam dan rasa lapang, riang dalam menegakkan perkara syirik.

15.Menyatakan bahawa al-Quran terdapat pertentangan antara ayat yang zahir dan isi yang terkandung dalam ayat itu dan juga menyatakan bahawa isi yang terkandung dalam ayat al-Quran hanya boleh difahami oleh setengah orang melalui ilham. Begitu juga bagi mereka yang menuduh perkara demikian terhadap Sunnah nabi.

16. Tidak mengetahui tentang makrifat Allah dengan pengenalan yang jelas serta mengengkari sifat ketuhananNya atau nama-nama Allah.

17. Tidak mengetahui atau mengenali Rasul dengan betul atau menafikan bahawa adanya sifat yang terpuji yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya atau menghina sifat kepujian atau tidak beriktikad bahawa baginda adalag sebagai contoh ikutan utama bagi umat manusia.

18. Mengkafirkan orang yang mengucap dua kalimah sahadah serta tidak mengkafirkan orang yang telah engkar syahadah dan tidak menghalalkan perang dengan mereka.

Suatu kaedah : Sesiapa yang mengkafirkan orang mukmin maka ia menjadi kafir, sebaliknya sesiapa yang tidak mengkafirkan orang kafir maka dia menjadi kafir. Sesiapa yang syak tentang kekafiran orang kafir maka dia juga menjadi kafir.

19. Membuat sesuatu pekerjaan(ibadat) bukan kerana Allah seperti sembelih binatang bukan kerana Allah, sujud dan tawaf pada selain Baitullah dengan niat mendekati Allah.

20. Melakukan syirik khafi atau kecil di mana ia tidak membatalkan syahadah dan ia juga boleh boleh diubati dengan doa seperti solat kerana pujian manusia dan sebagainya.

Petikan
1. Iman dan 20 perkara yang membatalkan syahadatain, Maududi, Said Hawa & Syed Qutub, ABIM KB, Percetakan al-Ahliah

KUBURAN MENUNGGU MU!


Pernahkah anda melihat kuburan?

Pernahkah anda melihat gelapnya kuburan?

Pernahkah anda melihat sempit dan dalamnya liang lahat?

Pernahkah anda membayangkan kengerian dan kedahsyatan alam kubur?

Sedarkah anda bahawa kuburan itu dipersiapkan untuk anda dan untuk orang-orang selain anda?

Bukankah silih berganti anda melihat teman-teman, orang-orang tercinta dan keluarga dekat anda diusung dari dunia fana ini ke kuburan?

Dari buaian dunia yang terang benderang ke kegelapan liang lahat...

Dari keceriaan bermain dengan keluarga dan anak-anak kepada kekerasan tanah dan ulat-ulat ...

Dari kenikmatan makanan dan minuman kepada timbunan debu dan tanah...

Dari kelembutan pergaulan di tengah-tengah keluarga kepada bersendirian yang mengerikan...

Dari tilam yang empuk kepada tempat pergulatan amal yang sangat menakutkan.

Di dalam kubur, liang yang sangat sempit itu, tak lagi berbeza antara pelayan dan sang majikan, yang kaya dan yang miskin, semuanya sama.  Nikmat kemewahan dan kelazatan dunia pasti berakhir dengan kematian. Dan segenap umat manusia bersependapat bahawa kematian itu tidak mengenal umur tertentu, waktu tertentu atau sakit tertentu. Hal mana agar manusia selalu waspada dan terus bersiap-siap kerananya. 

Kengerian kubur Dari Hani' Maula Utsman, ia berkata, 'Jika Utsman ra. berdiri di samping kuburan maka beliau menangis hingga basah janggotnya'. 

Maka dikatakan kepada beliau, 'Jika engkau mengingat Syurga dan Neraka tidak menangis, mengapa engkau menangis kerana ini? 

Maka beliau menjawab, 'Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda:
"Kuburan adalah awal kehidupan akhirat.  Jika seseorang selamat daripadanya, maka setelahnya menjadi lebih mudah. Dan jika ia tidak selamat daripadanya, maka setelahnya lebih mengerikan."

Kemudian Utsman ra. berkata, 'Rasulullah saw. juga bersabda, 'Aku tidak melihat suatu pemandangan melainkan kuburan lebih mengerikan daripadanya." - HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh  Al-Albani

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah suatu hari menasihati parasahabatnya, diantaranya beliau berkata:

Jika kalian melalui kuburan, panggillah mereka jika engkau boleh memanggil. Lihatlah, betapa berdempetnya ( sempit ) rumah-rumah mereka.

Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka?

Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka?

Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara,sepasang mata yang dengannya mereka melihat indahnya pemandangan?.

Tanyakan pula tentang kulit-kulit lembut dan wajah-wajah yang cantik jelita, juga tubuh-tubuh yang halus mulus, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?

Lisan-lisan itu telah hancur, wajah-wajah yang cantik jelita itu telah dirobek-robek ulat, anggota badan mereka telah terpisah berserakan.

Lalu di mana pelayan-pelayan mereka yang setia?

Di mana tumpukan harta dan sederetan pangkat mereka?

Di mana rumah-rumah gedong mereka yang banyak dan menjulang
tinggi?

Di mana kebun-kebun mereka yang rendang dan subur?

Di mana pakaian-pakaian mereka yang indah-indah dan sangat mahal?

Di mana kenderaan-kenderaan mewah kesukaan mereka?

Di mana kolam renang dan telaga peribadi mereka?

Bukankah mereka kini berada di tempat yang sangat sunyi?

Bukankah siang dan malam bagi mereka sama saja?

Bukankah mereka berada dalam kegelapan?

Mereka telah terputus dengan amal mereka.

Mereka telah berpisah dengan orang-orang yang mereka cintai, harta dan segenap keluarganya.

Kerana itu, wahai orang yang tak lama lagi akan tinggal di kuburan!

Kenapa engkau terpedaya dengan dunia?

Renungkanlah orang-orang yang telah pergi meninggalkan kita. Sungguh mereka amat berharap untuk dapat kembali ke dunia. Agar dapat menghimpun amal sebanyak-banyaknya. Tetapi, itu semua tidak mungkin terjadi kerana mereka telah dikuburkan.

Yazid Ar-Riqasyi rahimahullah berkata kepada dirinya sendiri, 'Celaka engkau wahai Yazid!, siapa yang akan mendirikan solat untukmu setelah engkau mati?

Siapa yang akan berpuasa untukmu setelah engkau mati?

Siapa yang akan memintakan maaf untukmu setelah engkau mati?'

Lalu dia berkata, 'Wahai manusia, mengapa kalian tidak menangis dan meratap kepada dirimu atas sisa hidupmu. Barangsiapa yang akhirnya adalah mati, kuburan sebagai rumah tinggalnya, tanah sebagai tilamnya dan ulat-ulat yang menemaninya, serta dalam keadaan demikian ia menunggu Hari Kiamat yang sangat mengerikan.

Wahai, bagaimanakah keadaan seperti ini?'

Lalu beliau rahimahullah menangis.

HANYA 1 DARI 1000 KE SYURGA!



“Bismillahirrahmanirrahim, 

Sekadar renungan bersama menjelang hari-hari yang dinantikan ..Bacalah dengan seikhlas hati ..Nabi Muhammad SAW menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: Marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!

Umat Nabi Muhammad SAW berkumpul di sisinya. 

Terdengar suara seruan: “Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!” Nabi Adam as berkata: “Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga Dia akan meminta kepadaku.” 
Nabi Adam as pergi menemui Allah Taala. Allah Taala berfirman kepadanya: “Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!” 

Nabi Adam as bertanya: “Berapa ramai untukku kirimkan?” 

Allah Taala berfirman: Setiap seribu orang yang kamu ingin hantarkan seorang ke syurga, 999 dari orang-orang itu kau hantarkan ke neraka.” 

Allah Taala berfirman lagi: “Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu Aku tidak akan memungkiri janji Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan (timbangan). Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa. Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas.” 

Nabi Adam as berkata: “Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib!”

_____________________________________________

Selepas peristiwa Zalzalah… Allah SWT akan menyeru Nabi Adam bangkit dari kubur menuju ke hari neraka… dan Allah SWT berfirman pada ketika itu, setiap 1000 jiwa yang diciptakan, 999 akan ke neraka (nauzubillahminzalik)… dan digambarkan jika seorang bayi mendengar akan berita itu, nescaya berubanlah rambut bayi tersebut…”
Hadis Sahih Riwayat Bukhari
______________________________________

Dalam lautan manusia yang berbondong-bondong di Yaumil Mahsyar. Sejak Adam sehingga manusia terakhir, nanti akan ada manusia yang meminta agar dikembalikan ke Malaysia untuk beramal. Tetapi masa itu sudah lewat. Bumi Malaysia telah hancur lebur. Hilang bagai puing-puing. Terpelanting. Tika bumi dikiamatkan, segala-galanya tiada. Takhta, kekuasaan, tidak ada lagi dalam sebutan. Yang ada hanyalah penantian yang panjang.

Harta dan anak pinak, semuanya tidak boleh menolong. Semuanya sibuk dengan urusan peribadi. Semuanya menunggu ulang tayang video hidup tika di atas bumi, entah berapa ribuan tahun menenati di padang pengadilan.

Usahlah menanti untuk kembali ke bumi asalmu. Itu menjadi mimpi di siang hari. Hari-hari sesudah Mahsyar, tanpa penghujungannya. Syurga dan neraka itu ada bezanya.

1. Selepas Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail & beberapa malaikat yg lain.. Selepas itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yg tinggal dan akhirnya nyawanya sendiri.

2. Selepas semua makhluk mati, Tuhan pun berfirman mafhumnya

“Kepunyaan siapakah kerajaan hari ini?” Tiada siapa yang menjawab. Lalu Dia sendiri menjawab dengan keagunganNya “Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

Ini menunjukkan kebesaran & keagunganNya sebagai Tuhan yg Maha Kuasa lagi Maha Kekal Hidup, tidak mati.

3. Selepas 40 tahun, Malaikat Israfil a.s. dihidupkan, seterusnya meniup sangkakala untuk kali ke-2, lantas seluruh makhluk hidup semula di atas bumi putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi..

4. Sekelian manusia hidup melalui benih anak Adam yg disebut “Ajbuz Zanbi” yang berada di hujung tulang belakang mereka. Hiduplah manusia umpama anak pokok yg kembang membesar dari biji benih.

5. Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak rasa malu kerana pada ketika itu hati mereka sangat takut dan bimbang tentang nasib & masa depan yang akan mereka hadapi kelak.

6. Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat perhimpunan besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Ketika itu, ibu akan lupakan anak, suami akan lupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka.

7. Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Berlakulah huru-hara yang amat dahsyat.

8. Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah Ta’ala. Seluruh makhluk terkejut melihat saiz malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan.

9. Kemudian matahari muncul semula dengan kepanasan yang berganda. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Ulama berkata jika matahari naik di bumi seperti keadaannya naik dihari Kiamat nescaya seluruh bumi terbakar, bukit-bukau hancur dan sungai menjadi kering. Lalu mereka rasai kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelam mereka bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan mereka berlanjutan sehingga 1000 tahun.

10. Terdapat satu kolam kepunyaan Nabi Muhammad s.a.w. bernama Al-Kausar yang mengandungi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin sahaja. Orang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Ia mempunyai saluran yang mengalir dari syurga.

11. Semua makhluk berada bawah cahaya matahari yang terik kecuali 7 golongan yang mendapat teduhan dari Arasy. Mereka ialah:
  1. Pemimpin yang adil.
  2. Orang muda yang taat kepada perintah Allah.
  3. Lelaki yang terikat hatinya dgn masjid.
  4. Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.
  5. Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata “Aku takut pada Allah”.
  6. Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).
  7. Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.


12. Oleh kerana tersangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara “pergilah berjumpa dengan para Nabi”. Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal kerana Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Ta’ala. Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah saw. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

13. Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad s.a.w. ke hadrat Allah Ta’ala. Lalu diperkenankan doa baginda..

14. Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk kerana mereka sangka azab akan turun. Lalu terbelah langit, turunlah arasy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga `Arasy itu tiba dibumi.

15. `Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang sentiasa dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah.. Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

16. Kursi iaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari `Arasy umpama cincin ditengah padang . Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

17. Seluruh makhluk pun menundukkan kepala kerana takut. Lalu dimulakan timbangan amal. Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & `Atid / Kiraman Katibin.

18. Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing-masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibezakan.

19. Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad s.a.w., dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

20. Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

21. Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

22. Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad s.a.w. dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

23. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

24. Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata-kata, kaki akan menjadi saksi. Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta’ala dengan Maha Bijaksana.

25. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehinggalah seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat..

26. Syafaat Nabi Muhammad s.a..w. di akhirat :
  • Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.
  • Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.
  • Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.
Semua syafaat ini tertakluk kepada keizinan Allah Ta’ala.

27. Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

28. Setelah berjaya dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. Siratul Mustaqim ialah jambatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jambatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya. .

29. Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka sentiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

30. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri sirat mengawasi setiap makhluk yang lalu. Setiap 1000 orang yang meniti sirat, hanya 1 sahaja yang Berjaya melepasinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.


___________________________________

*Sewaktu Adam baru turun ke muka bumi, keadaan sekeliling gelap gelita. Maka Allah memperintahkan Jibril menghantar sedikit cahaya api untuk kegunaan Nabi Adam di bumi. “Wahai Jibril, pergilah engkau meminta sedikit api neraka dari Zabaniyah. Dia malaikat yang menjaga api neraka”.

Lantas Jibril menemui Zabaniyah.

Jibril : Wahai Zabaniyah, Allah perintahkan aku meminta sedikit api neraka darimu untuk dihantar ke dunia bagi kegunaan Adam.

Zabaniyah : Banyak mana sedikit api neraka yang engkau mahu?

Jibril : Berilahku sebesar buah tamar.

Zabaniyah : Wahai Jibril, jika aku memberi api neraka sebesar buah tamar, nescaya akan cairlah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi.

Jibril : Jika begitu berilah separuh dari buah tamar.

Zabaniyah : Jika separuh dari buah tamar ini engkau letakkan di dunia nescaya tidak akan turun walau setitik air hujan dan tidak ada tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti.

Memandangkan keadaan yang rumit ini maka Jibril as pun menghadap Allah untuk mendapatkan saiz yg perlu di hantar ke dunia.

Allah swt pun memerintahkan supaya Jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka utk di bawa ke dunia. Maka Jibril as pun mengambil api neraka sebesar zarah dari Zabaniyah tetapi oleh kerana kepanasan yg keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa di sejukan dgn mencelupnya sebanyak 70 kali kedalam sungai di syurga dan sabanyak 70 buah sungai.

Selepas itu Jibril as pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakkan diatas sebuah bukit yg tinggi.Sejurus setelah diletakkan api tersebut,tiba-tiba bukit itu terus meleleh dan cair.Maka cepat-cepat malaikat Jibril mengambil semula api tersebut dan menghantar semula ke neraka. Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini seperti api yg sering kita gunakan untuk pelbagai keperluan termasuk api gunung berapi dan sebagainya.


PENGAJARAN

Itulah api neraka. Kepanasan api neraka yg sebesar zarah yg terpaksa disejukan dlm 70 buah sungai dgn sebanyak 70 celup setiap sungai dan hanya sisanya saja itupun manusia tidak dapat bertahan akan kepanasannya bagaimana dgn api di neraka itu sendiri nanti.

___________________________


* Terkenang kisah Rasulullah lari ke Gua Hira’ dan pemuda Kahfi lari ke dalam gua selama 309 tahun ..

Surah Al Hadiid

[57.20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ada ampunan dari Allah serta keredhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

*Yang menolak kedatangan peristiwa ini tidak mengapa .. teruskan dengan kehidupan kalian, yang masih beriman dan mempercayainya, persiapkanlah diri kita ..

Wallahua’lam ..

Kredit : PenyairCinta

100 DARJAT DI SYURGA



Riwayat daripada Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Di dalam syurga terdapat sebanyak 100 darjat. Jarak di antara dua darjat adalah 100 tahun perjalanan.” (Riwayat Tirmizi)

Daripada Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda: “Dikatakan kepada orang yang menguasai al-Quran di saat ia memasuki syurga: Bacalah dan naik ke darjat yang tinggi. Ia lalu membaca dan naik ke darjat yang tinggi setiap dibacanya satu ayat sehingga ia selesai membaca akhir ayat yang dikuasainya.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmizi dan lain-lain)

Sama bilangan ayat al-Quran

“Sesungguhnya di dalam syurga terdapat 100 darjat disediakan Allah bagi para mujahidin di jalan Allah. Jarak di antara dua darjat adalah seperti jarak di antara langit dengan bumi. Jika kamu meminta syurga kepada Allah, kamu hendaklah meminta syurga Firdaus, kerana Firdaus terdapat di tengah syurga, di bahagian atas, saya diperlihatkan Firdaus, di atasnya terdapat Arasy al-Rahman, dari syurga Firdaus dipancarkan sungai-sungai di syurga.” – Riwayat Imam Ahmad, Bukhari dan Tirmizi

Ini bermakna bilangan darjat di syurga adalah sebanyak bilangan ayat al-Quran. Oleh sebab itu terdapat riwayat daripada Aisyah, katanya: “Bilangan darjat syurga adalah sebanyak bilangan ayat al-Quran, sesiapa yang masuk syurga daripada kalangan orang yang membaca al-Quran, maka tidak siapa pun yang akan dapat mengunggulinya.” (Riwayat Ahmad dan Baihaqi)

Imam Ibn Hajar berkata, mengenai sabda Rasulullah ‘100 darjat’, ungkapan itu bukanlah penegasan bahawa 100 darjat adalah darjat dalam syurga tanpa lebih daripada itu (bahkan darjat syurga mungkin lebih daripada itu).

Imam al-Manawi memberi ulasan mengenai sabda Rasulullah, “Di dalam syurga terdapat 100 darjat”. Disebutkan terdahulu tidak terdapat sebarang pertentangan antara kenyataan itu dengan hadis mengatakan bahawa darjat syurga adalah lebih daripada 100.

Menaiki darjat sesuai

Ini berdasarkan hadis yang mengatakan hamba yang membaca (menghafaz) al-Quran kelak akan menaiki darjat sesuai menurut ayat al-Quran dimilikinya sehinggalah ia membaca ayat terakhir.
Darjat yang 100 adalah darjat yang besar, setiap satu darjat mengandungi beberapa darjat kecil (di antara dua darjat itu adalah seratus tahun perjalanan).

Seperti mana mungkin digabungkan pengertian hadis diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan riwayat Abu Musa al-Asy’ari, bahawa hadis pertama barangkali berkenaan darjat para mujahidin saja.
Hal ini dihuraikan oleh hadis lain riwayat Abu Hurairah. Beliau berkata, Rasulullah bersabda: 

“Sesungguhnya di dalam syurga terdapat 100 darjat disediakan Allah bagi para mujahidin di jalan Allah. Jarak di antara dua darjat adalah seperti jarak di antara langit dengan bumi. Jika kamu meminta syurga kepada Allah, kamu hendaklah meminta syurga Firdaus, kerana Firdaus terdapat di tengah syurga, di bahagian atas, saya diperlihatkan Firdaus, di atasnya terdapat Arasy al-Rahman, dari syurga Firdaus dipancarkan sungai-sungai di syurga.” (Riwayat Imam Ahmad, Bukhari dan Tirmizi)

Adapun maksud di tengah-tengah syurga iaitu yang terbaik dan terafdal, ada mengatakan maksudnya yang lebih luas lagi.

Oleh demikian, bilangan darjat syurga adalah sebanyak bilangan ayat al-Quran al-Karim seperti mana dikatakan Aisyah, bilangan syurga lebih 6,600 darjat.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SUATU PERJALANAN MAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger